Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren Sidoarjo, Operasional Satuan Gizi Disanksi Berat

baraNews Jatim

- Redaksi

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

5088 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, berubah mencekam usai terjadi insiden keracunan massal yang menimpa ratusan santri. Peristiwa ini memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan cepat dengan memberikan sanksi berat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidoarjo Talangangin Kalitengah.

BGN mengumumkan penghentian total operasional SPPG selama 30 hari sejak insiden, sementara jabatan kepala satuan tersebut juga terancam dicopot. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa sanksi dijatuhkan pasca internal BGN turun langsung ke lokasi kejadian dan mendapati tingginya angka korban. “Kami melakukan suspend berat. Selain itu, kami mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk segera dicopot dan digantikan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Insiden bermula ketika ratusan santri yang mengikuti Program MBG mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi, tempe, dan telur yang disediakan pihak pesantren. Hasil data yang diterima dari investigasi internal BGN mencatat sebanyak 512 penerima manfaat menjadi korban. Hingga Rabu pagi, koridor sejumlah rumah sakit di Sidoarjo masih dipadati santri yang menjalani perawatan. Rinciannya, 80 anak masih menjalani perawatan intensif, 120 santri berada dalam pemantauan ketat medis, dan 312 lainnya telah dinyatakan sehat serta diperbolehkan pulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketut menegaskan bahwa saat ini BGN memprioritaskan keselamatan dan pemulihan kesehatan anak-anak yang dirawat di berbagai rumah sakit. Ia menambahkan, birokrasi bukan lagi prioritas utama dalam kondisi darurat seperti ini.

Sementara itu, investigasi menyeluruh sedang dilakukan BGN bersama Dinas Kesehatan guna memastikan zat berbahaya apa yang menyebabkan terjadinya keracunan massal tersebut. Pengumpulan sampel makanan dan uji laboratorium masih berlangsung untuk menemukan penyebab pasti insiden.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turut mendatangi RSUD Notopuro Sidoarjo untuk memantau langsung kondisi para korban sejak Rabu dini hari. Emil memastikan seluruh santri yang menjalani perawatan mendapatkan penanganan medis khusus sesuai dengan kondisi masing-masing.

Insiden keracunan massal di Pondok Pesantren Manbaul Hikam ini menjadi sorotan tajam, terutama karena melibatkan program pemerintah yang bertujuan memastikan asupan gizi bagi pelajar pondok pesantren. Pemerintah daerah dan pusat kini saling berkoordinasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, sekaligus memperketat standar keamanan pangan dalam program-program bantuan gizi ke depannya. (*)

Berita Terkait

Wakil Rakyat Pesta Narkoba di Hotel, Integritas DPRD Jatim di Ujung Tanduk
Wali Kota Madiun Nonaktif Dituntut 7 Tahun 2 Bulan Penjara Atas Kasus Korupsi dan Gratifikasi
Polisi di Surabaya Dimutasi Usai Terbukti Lakukan Pungutan Liar terhadap Warga
HUT RI ke-81, Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Pakar Hukum Internasional , Ekonom, Ingatkan: Jangan Lupakan W.R. Soepratman, Sang Pencipta Indonesia Raya
Bareskrim Sita Uang, Dolar, dan Emas Lebih dari 100 Kg dalam Dugaan Pencucian Uang Tambang di Surabaya dan Nganjuk
Tiga Pejabat Dinas ESDM Jatim Diserahkan ke Kejari Surabaya Terkait Dugaan Pungli
Sinergi TNI AL dan Petrokimia Gresik: Pasmar 2 Optimalkan Lahan Ketahanan Pangan Berbasis Sains
Aliansi Rakyat Jawa Timur Menggugat: Desak Penangkapan Febrie Ardiansyah dan Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:40 WIB

KEPALA DESA TREWUNG (BAPAK ABDI) SAAT INI MENCETAK SEJARAH SEPANJANG MASA PERLU DI BUAT CONTOH PENGAPDIAN BELIAO 

Minggu, 20 September 2026 - 19:55 WIB

MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) DPC Pasuruan Raya Hadir dalam Baksos Pembangunan Masjid Baitul Falah di Puspo

Sabtu, 5 September 2026 - 22:27 WIB

Kecmatan grati kabupaten Pasuruan ada yang mau jadi penipu atas nama oni

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:04 WIB

MADAS DPC PASURUAN KOTA MENDAMPINGI KEDUA BELAH PIHAK TERAPKAN RESTORATIF JUSTICE, APRESIASI JAJARAN POLSEK LEKOK  

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Silaturahmi dan Santunan Yatim, MADAS DPC Pasuruan Raya Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebersamaan Anggota

Berita Terbaru